Media online terbaru
Nama adalah sisi penting dari satu merek, produk, atau layanan. Demikian utamanya satu nama, konon Ray Kroc sang pendiri waralaba McDonald’s percaya jika restoran itu akan sukses karena hanya namanya. Nama sebagai wakil beberapa hal, dari mulai kekhasan sampai cerita di belakang satu merek.
Nama yang menarik akan membuat suatu produk gampang diingat, menonjol antara beberapa pesaingnya. Tetapi kadang susah sekali untuk membuat nama semacam ini. Kita dapat habiskan waktu lama untuk suatu hal yang berkesan remeh. Tutorial di bawah akan membantumu mengakhiri permasalahan itu.
Ketahui tiga tipe penamaan
Sebelum tentukan nama, pertama kali kita harus memahami jika nama type penamaan itu ada beberapa macam. Tiap tipe sebagai wakil arah penamaan yang berlainan. Tiga tipe itu ialah :
Literal (penamaan harfiah)
Metaphoric (perumpamaan)
Fanciful (penamaan indah/bagus)
Nama type fanciful benar-benar tidak menerangkan peranan satu produk. Dengan nama yang tidak deskriptif, perusahaan bebas membuat jati diri atau narasi tertentu untuk diasumsikan dengan nama itu. Type ini pas untuk merek baru, tetapi perlu banyak usaha marketing supaya kuat di pasar. Contoh : McDonald’s, Nike, atau Apple.
Nama type metaphoric seperti dengan fanciful, yakni mempunyai tujuan membuat satu jati diri. Perbedaannya, type ini telah mempunyai deskripsi peranan produk harga modem, lantas memberikan tambahan tehnik emotional marketing ke dalamnya. Nama metaphoric simpan janji yang membuat customer terpikat. Contoh : Air Jordan, Electronic Arts, atau Facebook.
Nama type literal langsung mengemukakan peranan serta kualitas satu produk. Customer langsung tahu, produk itu sesuai keperluan mereka atau mungkin tidak. Untuk perusahaan yang telah punyai merek kuat, nama literal benar-benar efisien saat mengeluarkan produk baru. Contoh : Kentucky Fried Chicken, PlayStation Portable, atau Tech in Asia.
Alasan pilih type nama
Dari ke-3 type nama di atas, pilihan kita pasti benar-benar dikuasai oleh visi serta filosofi perusahaan. Tetapi supaya nama betul-betul maksimal, kita perlu lakukan analisa pasar terlebih dulu.
Hal pertama yang penting ialah cari tahu adakah produk atau merek yang sama dengan produk kita. Seberapa banyak pesaing yang ada? Apa kelebihan serta kekurangan setiap pesaing? Apa kekhasan mereka, serta apa kekhasan kita?
Jika pesaing banyak serta manfaatnya mirip-mirip, nama literal kemungkinan bukan inspirasi bagus. Coba pikirkan, ada berapakah media yang mengulas sekitar tehnologi di daerah Asia? Jelas lebih dari satu. Tetapi mustahil semua dinamakan “Tech in Asia”, kan? Dalam masalah ini, nama fanciful atau metaphoric bisa saja pilihan lebih pas.
Ke-2, lihat juga pasar yang kita incar. Seperti apa demografi pasar itu? Jika demografinya condong berisi golongan profesional yang serius, pakai beberapa kata yang berkesan profesional serta serius juga. Begitupun sebaliknya. Kita dapat cari ide beberapa kata dari kamus, buku, film, lagu, dan lain-lain.
Ke-3, lihat merek positioning yang kamu punya. Jika perusahaanmu ialah startup baru yang beroperasi di sektor yang tidak umum, kamu dapat pilih nama fanciful/metaphoric selanjutnya membuat jati diri dari 0. Tetapi jika kamu ada di pasar yang cukup tersaturasi, nama literal dapat menimbulkan kekhasan lebih jelas.